 | Category: | Movies | | Genre: | Romantic Comedy |
Con las actuaciones de Uma Thurman, Meryl Streep, Bryan Greenberg, Jon Abrahams, Adriana Biasi Director: Ben Younger Guión: Ben Younger Géneros: Romance, Comedia Duración: 105 minutos Estreno en Costa Rica: viernes 10
Rafi (Umma Thurman) es una mujer de 37 años recién divorciada que reside en Manhattan y Dave (Bryan Greenberg) es un talentoso pintor de 23 años de Brooklyn que se enamora de ella. La terapeuta de Rafi, Lisa (Merryl Streep), está ayudando a su paciente a superar su separación matrimonial y a que intente iniciar una nueva relación. Aunque Lisa duda de que su nueva relación con el joven pintor tenga futuro, la terapeuta le aconseja a Rafi que disfrute de la vida y se divierta. Sin embargo, cuando Lisa descubre que el nuevo novio de Rafi es su hijo, le resulta más difícil escuchar los detalles íntimos de la relación y comportarse como una buena terapeuta.
Cwek super model 37 tahun (Janda) Rafi/Umma Thurman pacaran sama Dave (Bryan Greenberg) seniman muda 23 tahun yang satu katolik abis yang lainnya Yahudi abis. Si Cwek selalu curhat setiap detail permasalaan idupnya sama seorang therapist..termasuk curhat cwok barunya itu yang ndeso banget sampe gak tahu letak klitorisnya cwek sebelah mana. Si ahli terapi itu selalu mendukung clientnya Alias sama gilanya kalo ngomongin seputar sex cwok...sampe suatu hari Ia tahu kalo cwok yang clientnya sebut-sebut sebagai cwoknya dia itu adalah anaknya sendiri.Gubraaaaagg!!!Sang therapist itu Shock..makanya ia pergi ke ahli terapistnya sendiri..(Ahli terapi pergi ke ahli terapi karena stress mikirin anaknya pacaran sama janda 37 tahun dan aktif melakukan aktivitas sex..tapi disamping itu dia harus menjaga kode etik profesinya sebagai seorang terapist..yaitu mendukung si cwek model buat ngedapetin anaknya sendiri) bingung dagh..Ngotot.Putus.Tamat.Cape nulis ah..terjemahin aja sendirih..hihiii..atau tonton..   | Category: | Movies | | Genre: | Romantic Comedy |
Con las actuaciones de Uma Thurman, Meryl Streep, Bryan Greenberg, Jon Abrahams, Adriana Biasi Director: Ben Younger Guión: Ben Younger Géneros: Romance, Comedia Duración: 105 minutos Estreno en Costa Rica: viernes 10
Rafi (Umma Thurman) es una mujer de 37 años recién divorciada que reside en Manhattan y Dave (Bryan Greenberg) es un talentoso pintor de 23 años de Brooklyn que se enamora de ella. La terapeuta de Rafi, Lisa (Merryl Streep), está ayudando a su paciente a superar su separación matrimonial y a que intente iniciar una nueva relación. Aunque Lisa duda de que su nueva relación con el joven pintor tenga futuro, la terapeuta le aconseja a Rafi que disfrute de la vida y se divierta. Sin embargo, cuando Lisa descubre que el nuevo novio de Rafi es su hijo, le resulta más difícil escuchar los detalles íntimos de la relación y comportarse como una buena terapeuta.
Cwek super model 37 tahun (Janda) Rafi/Umma Thurman pacaran sama Dave (Bryan Greenberg) seniman muda 23 tahun yang satu katolik abis yang lainnya Yahudi abis. Si Cwek selalu curhat setiap detail permasalaan idupnya sama seorang therapist..termasuk curhat cwok barunya itu yang ndeso banget sampe gak tahu letak klitorisnya cwek sebelah mana. Si ahli terapi itu selalu mendukung clientnya Alias sama gilanya kalo ngomongin seputar sex cwok...sampe suatu hari Ia tahu kalo cwok yang clientnya sebut-sebut sebagai cwoknya dia itu adalah anaknya sendiri.Gubraaaaagg!!!Sang therapist itu Shock..makanya ia pergi ke ahli terapistnya sendiri..(Ahli terapi pergi ke ahli terapi karena stress mikirin anaknya pacaran sama janda 37 tahun dan aktif melakukan aktivitas sex..tapi disamping itu dia harus menjaga kode etik profesinya sebagai seorang terapist..yaitu mendukung si cwek model buat ngedapetin anaknya sendiri) bingung dagh..Ngotot.Putus.Tamat.Cape nulis ah..terjemahin aja sendirih..hihiii..atau tonton..   | Category: | Movies | | Genre: | Classics |
Film ini dimulai dengan sebuah Track Back Amedeo Modigliani (Tokoh utama) atas kenangan masa lalunya; ketika seluruh harta kekayaan keluarganya disita dari apartemen yang dikontrak sama kelurganya. Miskin!! hmmmh..harta itu disita mungkin karena keluarganya sudah tidak mampu lagi membayar utang- utangnya. Pada saat itu perundang-undangan penyitaan kerajaan Perancis tidak memperbolehkan untuk menyita barang-barang yang terdapat diatas tempat tidur seorang wanita yang sedang melahirkan. Heeheh..lantas bapaknya bergegas mengambil semua barang-barang yang kira-kira penting seperti mesin jahit ibunya, kursi-kursi warisan keluarga, alat masak dll dan meletakannya diatas tempat tidur Ibunya Modig yang pura-pura sedang melahirkan. Pihak kerajaan tidak berani dong..membuka kain yang dipake buat nutup "ntu"-nye..maka akhirnya pihak kerajaan percaya (meskipun sebel).
Nah pada suatu hari di Paris diadakan sebuah kompetisi lukis. Semua pelukis-pelukis gila ikutan di kompetisi itu. Dari Maurice Uthrillo, Souttine, Diego Reviera (suaminya Frida Kahlo: Tonton filmnya Frida), dll kecuali Pablo Picasso dan Amedeo Modigliani. Si Pablo enggak mau ikutan kalo si Modi engga ikutan juga. Si Modi engga mau ikut karena lagi bet muut kali yee?..Nah si Picasso ini saingannya si Modigliani. Mereka sering saling sindir dimanapun mereka bertemu. Misalnya di bar ketika semua seniman hadir semua disitu. Modigliani ngaheureuyan si Pablo;"Eh Pablo..yang suka ML sama kotak!! maukah kau bercinta bersamaku?"...hehehe..sambil menyisipkan bunga mawar di telinga Pablo lantas Modigliani nungging di depan Pablo pantatnya dia digoyang-goyang...semua yang hadir kagak ada yang enggak ketawa. Wajah Pablo merah jambu..hihhi..=P. Tapi akhirnya setelah dikompor-komporin sama Pablo akhirnya Modi ikut juga.
Dia pacaran sama salh seorang cwek yang chuanthique buanget! yang tidak lain adalah salah seorang murid lukisnya dia. Sampai dia mempunyai seorang anak, keluarganya tetap tidak setuju. Karena ayahnya yang Katolik tidak rela anaknya dinikahi oleh seorang pelukis yahudi dan miskin ituww. Nah..setelah dirayu habis-habisan Modig akhirnya menikahi cweknya itu. Pada malam kompetisi lukisan di pajangkan dan dipilih melalui voting setiap hadirin yang datang Modig mengambil surat nikahnya. Ia berencana sesudah itu Ia akan menghadiri malam resepsi kompetisi seni lukis itu. Tapi sayang saking cintanya dia sama alkohol, dia mampir dulu ke bar untuk minum. Well ternyata ia enggak bisa menahan diri disitu..dia minum banyak banget. Padahal di kantongnya engga ada duit sedikitpun. Yang ada hanya surat nikahnya dia yang udah diusahain edan-edanan dengan mengantri sampai ketiduran. Well akhirnya pas ketahuan dia engga bayar..yah dia dibantai oleh orang bar pada sebuah gang. Bulan temaram..terang menerangi pelataran yang putih karena mulai datang musim salju. Tubuhnya menggelepar di atas salju yang putih. Darah mengalir...di tempat lain di sebuah gedung yang megah..semua hadirin sunyi..termenung..saking terpesonanya sama lukisan Modigliani tentang istrinya yang lagi hamil tua. Baru di lukisan itulah Modigliani melukis mata pada modelnya. Karena sebelumya memang tidak pernah.Biasanya matanya hanya warna hitam aja. Dia pernah bilang pada suatu hari kalo dia benar-benar kenal jiwa seseorang..nah baru dia akan melukis matanya.Nah pada saat melukis istrinya itulah dia melukis mata dengan sempurna pada masa-masa model ketika mengalami puncak kecantikan seumur hidupnya (yaitu pada saat dia hamil). Gedung menjadi sunyi. Hampir semua mata hadirin berkaca-kaca. Baru pada saat Pablo bertepuk tangan..saat itulah semua hadirin dengan semangat bertepuk tangan juga. Tidak ada seorangpun yang tahu..kalo pelukis lukisan itu tengah sekarat dibawah rimbunan salju pada sebuah gang yang remang-remang. Duh cape ngetik euy..
Hmm..langsung aja deh..akhirnya dia mati. Lantas istrinya bunuh diri karena saking cintanya dia itu sama si Modi. Di film diceritakan kalo kematian Amadeo Modigliani itu karena kecanduan alkohol, kecanduan obat..dan penyakit tuber kolosis.   As an art student in Madrid and Barcelona, Dalí assimilated a vast number of artistic styles and displayed unusual technical facility as a painter. In the late 1920s, two events brought about the development of his mature artistic style:
• His discovery of Sigmund Freud's writings on the erotic significance of subconscious imagery; and • His affiliation with the Paris Surrealists, a group of artists and writers who sought to establish the "greater reality" of man's subconscious over his reason.
Surrealism To bring up images from his subconscious mind, Dalí began to induce hallucinatory states in himself by a process he described as “paranoiac critical.” Once Dalí hit on this method, his painting style matured with extraordinary rapidity, and from 1929 to 1937 he produced the paintings that made him the world's best-known Surrealist artist.
He depicted a dream world in which commonplace objects are juxtaposed, deformed, or otherwise metamorphosed in a bizarre and irrational fashion. Dalí portrayed these objects in meticulous, almost painfully realistic detail and usually placed them within bleak, sunlit landscapes that were reminiscent of his Catalonian homeland.
Perhaps the most famous of these enigmatic images is "The Persistence of Memory" (1931), in which limp, melting watches rest in an eerily calm landscape.
With the Spanish director Luis Buñuel, Dalí also made two Surrealistic films:
• Un Chien andalou (1928; An Andalusian Dog); and • L'Âge d'or (1930; The Golden Age).
Both films are similarly filled with grotesque but highly suggestive images.
Renaissance In the late 1930s, Dalí switched to painting in a more academic style under the influence of the Renaissance painter Raphael, and as a consequence he was expelled from the Surrealist movement.
Thereafter, he spent much of his time designing theatre sets, interiors of fashionable shops, and jewelry, as well as exhibiting his genius for flamboyant self-promotional stunts in the United States, where he lived from 1940 to 1955.
In the period from 1950 to 1970, Dalí painted many works with religious themes, though he continued to explore erotic subjects, to represent childhood memories, and to use themes centering on his wife, Gala. Notwithstanding their technical accomplishments, these later paintings are not as highly regarded as the artist's earlier works.
The most interesting and revealing of Dalí's books is The Secret Life of Salvador Dali (1942-44).
www.brittanica.com

| |