Lukisan ini tidak masuk kualifikasi pada penyeleksian pameran kompetisi seni lukis jawa barat kemaren di Galeri Kita (Bandung). Mungkin dengan alasan kalo lukisan ini mengandung unsur sarkasme dan lebih-lebih katanya bermuatan pornografi. Saya tidak tahu siapa saja jurinya. Dan kenapa memandang sebuah karya seni saya sedemikian nihilnya sehingga sama sekali tidak termasuk dalam daftar Cualified. Well..saya memang terhitung masih muda jika dibandingkan dengan seniman senior se-Jawa barat. Pesertanya banyak yang sudah menyandang list exhibition yang abdakadabra..bahkan banyak yang sudah melakukan "One man show exhibition go overseas"-nya. Dengan nilai finansial lukisannya bisa dijadikan ladang bisnis investasi bagi kalangan BOBOS. Atau bisa menambah Prestise seseorang ketika Ia mengoleksi lukisannya. Akhirnya mungkin..(hanya paradigma subjektif dari saya) saya tahu kenapa lukisan ini tidak lolos kualifikasi..jawabannya...ya karena saya hidup di Indonesia..yang kata salah satu budayawan dibilang standard society mindmap-nya tertinggal 2 abad dari masyarakat di barat...lha..saya ga tahu itu benar atau tidak..yang pasti saya tidak terlalu berharap banyak dari lukisan saya selama masih tinggal di negara yang subur makmur kertaraharja ini yang kalau kata pujangga "bak untaian zambrut khatulistiwa.." yang aman tentram loh jenawi!!!! yuuuk marii..lantas saya submit lukisan ini ke Deviantart..well..hasilnya..lukisan ini ternyata terpilih menjadi Feture bulan Juni dalam kategori traditional Fine art (Painting)..jadi bingung...siapa sebenarnya yang paling Objektif menilai sebuah karya seni..Orang-orang di Deviantart atau Juri kompetisi kemaren..teus terang sampai saat ini saya masih bingung...
ini link nya:
http://news.deviantart.com/article/29975/please take a look..