Reference

Liat aja sendiri...

Blog EntrySebuah cerita dari negeri yang teramat jauhSep 9, '07 7:15 PM
for everyone
Hmm...pukul 05:26 dini hari..

Mataku belum juga sepakat untuk menganyam diri dalam keterjagaan mimpi. Setelah lulus..semakin sendiri ...serasa tidak ada beban lagi..meditasi, kontemplasi..konsentrasi mencerap semua hal yang memperbesar ruang kemungkinan pada alam ketidak mungkinan. Ide. Untuk menciptakan sesuatu secara inovatif..tidak cukup hanya dengan mengerjakannya saja..aku perlu mimpi untuk mengembangkannya ke arah yang mendekati kesempurnaan. Aku akan mengambil waktu sebanyak-banyaknya untuk menciptakan karya..menyampaikan..sebuah berita besar yang hanya bisa aku saja untuk menembusnya..secara visual. Bagiku melukis seperti menyampaikan wahyu..ketika aku mendapatkan sesuatu, maka sebuah kebutuhan bagiku untuk memvisualisasikannya..berbagi dengan orang yang mau dibagi.

Dunia?...setua apa dirimu?..aku tahu, tidak lama lagi..dan tak seberapa lama lagi. Hampir pada setiap gugusan sistem nilai mengalami perubahan besar-besaran. Nilai. Yang membuatmu berharga atau tidak dihadapan apa yang kau hargai dan apa yang tidak kau hargai. Relatif. Sungguh relatif dan juga fana.Apa yang berharga belum tentu bagus, dan apa yang bagus belum tentu berharga. Benarkah begitu?..apa yang benar belum tentu bagus, dan yang bagus belum tentu benar...

Ada orang yang tidak tahu apa yang tidak diketahuinya.
Ada orang yang tahu apa yang tidak diketahuinya.
Ada orang yang tidak tahu apa yang diketahuinya.
Dan ada orang yang tahu apa yang diketahuinya.

Jiwa-jiwa silih berganti mengisi materi yang tersusun dari silsilah yang konstuktifitasnya terus berkesinambungan sampai kiamat. Kiamat??..haha...apa itu kiamat?..

Yang aku tahu "qiyamat" itu "berdiri"..lalu aku bertanya, apa yang berdiri?..atau siapa yang berdiri?..bedalah antara kiyamat sama akhir kehidupan duniawi...hhhh...ngeri. Atau hancurnya alam semesta ini?...itu bukan kiamat!! Itu aljalzalah...dimana semuanya kandas tak tersisa...semuanya..!! kecuali Dia.

Aku sering membayangkan sebuah alam..yang materinya terbuat masih dari materi alam ini sebenarnya. Namun telah melalui proses trilyunan tahun..dan dengan prosesi data triliyunan terabyte...or what?..Prosesnya mungkin hampir sama seperti...tanah yang lama kelamaan menjadi batu...dari batu menjadi mineral..dari mineral menjadi ..apa ya besi aja deh...terus dari besi jadi..tembaga...perunggu...emas muda..tua..platina..?..berlian mungkin..

Sebuah daratan yang dataaarrr nan datar dan seluas kemampuan gabungan seluruh manusia untuk membayangkan tempat itu seluas-luasnya..(datar dalam arti serius. bukan datar menurut kamu. tapi datar menurut makhluk terkecil. Makhluk yang 100000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000 kali lebih kecil dari eter yang akan menilai itu datar.Datar!!hingga kalau dataran itu dimiringkan 0,000,0000,000,0,1 derajat saja lalu kau meletakan sebuah telor gajah deh biar gampang - di satu ujung, maka bola itu akan menggelinding sampai di ujungnya yang lain dan tidak retak sedikit pun!) yang terbuat dari platina atau sebangsanya yang lebih keren...trilyunan manusia berdiri disitu...dengan kemampuan masing-masing..sementara suhu ditempat itu...sangat panas!!! Sangat panas!! (perbandingannya: "Siapa ibu di bumi ini yang paling sayang (sekali) sama anak bayi pertamanya yang sangat didambakannya...pada saat itu akan tega menginjak bayinya sendiri untuk alas kakinya saking tidak kuat panasnya! Kebayang?? bayangin aja sendiri ya...) dan tidak ada satupun tempat untuk berteduh....bahkan sehelai bulu dari daun akasia pun!!Tidak ada harapan untuk berteduh...dan tidak ada harapan...dan tidak ada harapan...dan tidak ada harapan...perbandingan perasaan "Hopless" disini:

Kalau seluruh bumi ini ditanami gandum..seluruhnyaaa...dan tidak ada laut..seluruhnya dataran semua ditanami gandum...lalu ada seekor burung pipit (sebagai simbol harapan) yang akan mematuk "salah satu" BIJI gandum dari sehelai dari salah satu ranting pohon dari salah satu dahan dari salah satu pohon dari salah satu gunung dari..ratusan ribu gung lainnya..untuk dibawa terbang...untuk di angkat dari penderitaan itu..(gandum perumpamaan manusia)...kalau ada harapan seperti ini masih mendingan!!!...yang aku bilang disini TIDAK ADA HARAPAN!!! TITIK. Dan kamu tidak pernah bisa bunuh diri...soalnya kematian sudah menemui ajalnya duluan. Kamu..ahh...rasa yang teramat dalam..

duh udah pagi...lain kali deh disambung lagi ceritanya...

*Referensi metafor diambil dari Al-qur'an dan Injil Barnabas..



Blog EntryTempat yang TinggiSep 5, '07 7:23 PM
for everyone
Tahukah engkau apa Al-fathr itu?..
Yaitu sebuah tempat yang sangat tinggi..
Dimana kematian menemui ajalnya..

Blog Entryboxing all my crap and going nuts....Sep 4, '07 7:13 AM
for everyone



Sorry kalo sering off...gw lagi rada sedikit sibuk sama lukisan...so sekali lagi sorry..

I am sorry i haven't been as active here as I would like to be. I have been painting trim outside the house, painting inside, boxing all my crap and going nuts....





I love You God!! Really!!

Blog EntryJangan pernah!!Aug 27, '07 7:41 AM
for everyone
JANGAN PERNAH MELAKUKAN SUATU HAL APAPUN YANG BERTENTANGAN DENGAN HATI NURANI SEKALIPUN NEGARA MEMINTANYA!!
(A. Einstein)

Blog EntryTurn it off!!Aug 10, '07 7:54 AM
for everyone

JOB DESCRIPTION

 0. General Manager

The primary objective of the General Manager is to be a direct representative capable of making sound decisions on behalf of Recreation Resource Management, Inc.  General Manager must possess good administrative, public relations and maintenance skills necessary to enhance overall operations.  They will supervise and train host and maintenance personnel in procedures established by RRM.  The General Manager will also serve as an RRM representative in dealing with USFS personnel.  The General Manager will make suggestions/recommendations that could enhance or streamline operations, will perform or supervise certain construction and maintenance functions and be available to assist maintenance personnel in performing required duties.

 The General Manager will conduct a 'Training Workshop' at the beginning of each season for all employees.  The General Manager will have full supervisory control over RRM employees.  The General Manager will recruit, hire and train other personnel for permitted areas and resolve personnel problems, will handle complaints, infractions, etc., which are referred to him/her and take necessary action to resolve these situations.  The General Manager will ensure public relations are handled in a courteous and professional manner, both from oneself and other RRM employees. The General Manager will assist and participate in all phases of fee collection and maintenance as needed, process and maintain all records regarding revenues and provide reports to RRM or USFS as instructed. 

 

The General Manager will be provided a campsite with utility hook-ups where available and propane.  The General Manager is expected to be on duty during weekends and holidays.  A compensation package for this position will be negotiated on an individual basis.  RRM will provide Workman's Compensation Insurance.

 1. Visualizer

merupakan orang yang bertanggung jawab untuk menggambarkan (secara harfiah mengambar baik secara manual maupun menggunakan medium hard ware & soft ware tertentu...) sebuah konsep agar dapat lebih di mengerti oleh target konsep. Adapun gambar di sini dapat berupa : sketsa b/w, ilustrasi full color (apapun stylenya), cut paste dari majalah ataupun image bank (getty image contohnya), sampai ke rough computer generated image (via editan photoshop or something)

 2. Graphic Artis

seseorang yang berkemampuan (mempunyai sense of art) dalam mengkomposisikan gambar2 hasil visualizer dengan arahan dari art director.

Seorang grphic artis yang baik (saat ini) di tuntut untuk mempunyai kemampuan desktop publishing (pra cetak, color guide dan digital imaging) yang baik agar dapat mempresentasikan F/a (finish artwork) secara baik adanya dan persis dengan hasil akhir yang akan publish. apabila grphic designer tersebut gagal mencapai warna, layout, dan komposisi yang diarahkan oleh art director, maka orang tersebut gagal dalam mewujudkan sebuah karya (art work) yang proper.

 

3. Art Director

seseorang yang mempunyai sense of "line of gaze" (garis/pola/arah mata manusia dalam mengamati sebuah objek). dalam pekerjaannya sehari-hari seorang art director yang baik harus dapat menetukan "style" dari art worknya agar sesuai dengan strategy yang telah dirumuskan oleh seorang creative director.

Strategi2 tersebut dalam garis besar terbagi dalam artwork hard sell, soft sell, atau brand communication dan PR (testimoni, advertorial, artikel) apabila sebuah artwork yang diarahkan untuk PR tervisualkan sebagai kommersial, maka dapat dipastikan artwork tersebut gagal.

Sebagai contoh : apabila iklan (print ad) Mc. D menampilkan sosok seorang perempuan cantik dengan baju "gaul" dan berkata selamatkan dunia dari perang, maka inti dari komunikasi yaitu memberitahuan bahwa Mc. D merupakan corporate dengan local content yang tinggi akan gagal terkomunikasi.

 

4. Copy Writer

merupakan orang yang bertanggung jawab untuk menjaga pakem strategi kreatif dengan sebaik-baiknya melalui tulisan-tulisan yang sesuai. seorang copy writer yang baik harus mempunyai dasar kemampuan riset, analogy strategy dan thematic yang baik, ditambah lagi dengan kemapuan verbal yang lancar untuk dapat memenangkan "hati" targetnya. apabila copy writer berpikir sebagai seorang writer, maka ia akan kehilangan sedikitnya 80 persen dari inti permasalahan, karena ia gagal menciptakan sebuah headline yang "mengena"

 5. Creative Director

adalah orang yang mampu berpikir secara stategic, faktual dan menjual. dalam kata lain ia mempunyai pengetahuan yang luas meliputi displin keilmuan :

ekonomi, sosial, budaya, riset dan art. tanpa gabungan kesemuanya dapat dipastikan konsep (big idea dan communication platformnya) akan ngawur dan akan menghasilkan karya yang indah tapi tidak mempunyai arti.

karena inti dari karya kreatif sesungguhnya adalah mengkomunikasikan sebuah pesan yang tajam kepada targetnya agar targetnya melakuakan salah satu atau dua dari beberapa objective berikut: aware, interest, buy & comfort.

 6. Client Service (acc. executive, acc. manager & director)

merupakan orang2 yang berkemampuan menangkap maksud dari klien yang diterjemahkan dalam sebuah brief kreatif yang jelas dan membantu tim kreatif

dalam membangun strategi yang tepat. sesuai keinginan klien dan target

dalam prakteknya sehari-hari kegiatan di dunia kreative adalah sebuah kerja tim yang saling berpadu tidak ada sebuah jargon yang lebih tinggi atau mulia dari yang lain, karena tanpa adanya sebuah elemen, maka dapat dipastikan outputnya akan miskin.

 Immutable laws of marketing:

1. It's better to be the first than it is to be better

2. If you can't be the first in a category, set up a new category where you can be first in ...

 Conclusion of My Mind

 Karyawan yang punya tanggung jawab tinggi (banyak kerjaannya) harus mempunyai balasan (salary) yang sesuai dengan load kerjaan, contohnya Manajer , tentu dia punya gaji di atas rata-rata karna kerjaannya dengan tanggung jawab lebih besar dan otomatis STRESS yang lebih tinggi juga, tetapi kalau untuk bawahan gmana dong? kerjaan bisa kasih banyak akan tetapi gaji juga harus sesuai dong, biarpun title-nya adalah karyawan/staff dan bukan manajer karna harus ada timbal balik antara perusahaan dan karyawan ( KEPUASAN dalam manajemen SDM ). Turnover yang sangat tinggi itu bukan karna karyawan, tetapi yang harus di liat adalah manajemennya juga, manajemen yang tidak bagus akan mempengaruhi kinerja karyawan, perubahan itu selalu di butuhkan , sistem kerja harus ada.

 Kita harus melihat sesuatu yang berbeda dengan belajar dari Iklan A-MILD - "Yang Muda Yang Gak Dipercaya", iklan ini sangat bagus dan boleh di katakan menjadi SINDIRAN bagi semua perusahaan yang ada, mengapa? karna konsep pemimpin yang ada pada Indonesia yang pada umumnya "YANG MUDA YANG GAK DIPERCAYA" sehingga Manajemen lebih percaya sesuatu kepada mereka yang lebih tua (mungkin secara emosional tetapi orang yang sudah mengerti manajemen, emosional selalu bisa di kontrol kecuali orang yang tidak mau tahu tentang hal itu) , bagi saya mengapa yang muda tidak di kasih kesempatan kalau emang lebih bagus di banding mereka yang tua? karna UMUR dan PENGALAMAN kah? biarpun itu penting tetapi jangan lupa KREATIF itu selalu berbeda, menurut saya anak muda sekarang punya KREATIF yang di atas rata-rata biarpun pengalaman masih kurang , PENGALAMAN bisa dapatkan dari kehidupan dan kerjaan serta bertambah umur seseorang, tetapi KREATIF itu selalu berbeda.

 Turnover perlu di perhatikan juga, karna ini akan menjadi bumerang dari suatu perusahaan, perusahaan yang turn over tinggi perlu di perhatikan sekali karna perusahaan tersebut akan menghadapi masalah yang besar (misalnya : ketidakseimbangan yang akan membuat perusahaan merugi lebih besar di banding biaya untuk mengaji karyawan selama 1 tahun, baca saja artikel CEO Sharrow Groups) karna seperti artikel di atas "NAMA PERUSAHAAN akan ikut HITAM" kemudian di lihat dari sisi MANAJEMEN, orang yang suka melakukan pergantian pekerjaan (kutu loncat) adalah mereka yang hanya melakukan "TRAINING" di perusahaan mereka, tetapi sebenarnya bukan masalahnya di situ saja, karyawan memerlukan satu manajemen yang baik, karyawan jangan di jadikan "SUPERMAN SERBA BISA" karna setiap orang mempunyai batasan yang berbeda.  

 Manajemen Perusahaan yang professional akan membuat setiap karyawannya menjadi PROFESSIONAL dalam kerjaan mereka, membuat mereka lebih gampang terhadap sesuatu kerjaan, membuat seseorang menjadi professional tidak gampang , tetapi itu akan menjadi tantangan bagi setiap perusahaan yang bagus, ada beberapa perusahaan karna masalah Operational Cost, biasanya suka merangkap kerjaan-kerjaan karyawan sehingga kerjaan karyawan (Job Desk yang mesti di kerjakan) lebih banyak terlantar karna mereka tidak di bimbing dengan professional tetapi malah membuat karyawan menjadi "SUPERMAN yang bisa segalanya", bukan berati bisa segalanya itu tidak bagus tetapi hal akan membuat karyawan tidak professional dan kerjaan menjadi makin terlantar serta tidak punya arah yang jelas, jadi bimbinglah karyawan anda secara professional dengan membagikan JOB DESK yang jelas, mereka akan kerja dengan PENUH KONSEN dan bagus serta cepat.

 Hilangkanlah paradigma menyalahkan Karyawan kalau Turnover yang sangat tinggi karna yang perlu di perhatikan bukan saja karyawannya saja, tetapi ada apa dengan Manajemen Perusahaan , apa kepuasan karyawan sehingga mereka lebih nyaman, kenyamanan lingkungan kerja, sistem kerja, dan lain hal.

 Hilangkan juga paradigma seperti iklan A-Mild "YANG MUDA YANG GAK DIPERCAYA" , INGAT paradigma perusahaan zaman sekarang juga sudah berbeda, turn over yang tinggi otomatis merubah paradigma perusahaan dalam menilai kutu loncat, kenapa ? loh kalau perusahaan tersebut mampu mengaji dan memberikan kepuasan serta karyawan tersebut memang punya skill yang di harapin oleh perusahaan, apakah perusahaan tersebut akan men-cap atau me-labelkan karyawan tersebut adalah karyawan Kutu loncat?dan perusahaan tersebut malah bisa mikir bahwa kemungkinan karna perusahaan dahulu tidak memberikan ataupun belum memberikan sesuatu yang di maukan oleh si Karyawan sehingga dia memilih hengkang dari perusahaan lama.

 Dahulu perusahaan memikirkan kalau setiap karyawan yang royal adalah karyawan yang bertahan lebih dari 2-3 tahun tetapi sekarang royalitas terhadap perusahaan itu akan berubah, turnover yang tinggi akan membuat setiap perusahaan bersaing untuk mendapatkan staff or karyawan dengan KUALITAS SDM yang bagus sehingga akan membawa kemajuan yang pesat bagi perusahaan dengan adanya SDM BERKUALITAS maka otomatis PARADIGMA perusahaan tentang hal itu (kutu loncat) akan berbedam, coba lah mengerti karyawan dan apa kepuasan karyawan sehingga mereka merasa nyaman di dalam perusahaan dan juga otomatis mereka akan royal terhadap perusahaan.

Bayangkan saja mungkin saja perusahaan INDONESIA masih memerhatikan record or track kerjaan karyawan seberapa lama di perusahaan (pengalaman bertahan/bekerja dalam satu perusahaan) , tetapi trend untuk melihat pengalaman kerja di suatu perusahaan berapa lama? otomatis akan terubah seiring dengan perubahan paradigma perusahaan karna kadang-kadang SDM berkualitas tidak akan betah melihat Manajemen yang kacau, Manajemen  dalam suatu perusahaan kacau, otomatis akan membuat karyawan memilih menjadi kutu loncat (loncat ke perusahaan baru yang lebih mengerti mereka)  dan itu sangat menguntungkan perusahaan yang mempunyai MANAJEMEN yang mengerti karyawannya.

1. SURVEYOR (SVR)

JOB DESK: Bertanggung jawab atas proses penghimpunan data riset lapangan,mencari responden/informan sesuai kebutuhan riset (outdoor - flexible time)

KUALIFIKASI KHUSUS:

  • Jujur
  • Kemampuan komunikasi
  • Menyukai pekerjaan lapangan (outing)
  • Mengenal baik wilayah Jakarta dan sekitarnya
  • Target oriented

2. DATA ENTRY (DE)

Job desk: bertanggung jawab atas proses entry dari data mentah ke komputer (indoor - office hour: 08.00-16.00)

Kualifikasi Khusus:

-Minimal memahami program Excel dan SPSS

-Kemampuan mengetik cepat


3. DATA CODING (DC)

Job desk: bertanggung jawab atas proses koding yang didasarkan pada angket responden.(in door - office hour: 08.00 - 16.00)

 

Kualifikasi Khusus:

Kemampuan dalam membuat kategori jawaban dan mempunyai daya ingat tinggi.

 

4. BACKCHECKER (BC)

Job desk: bertanggung jawab atas proses validasi responden melalui telepon. Selain itu juga bertugas sebagai telesurveyor/polling by phone. (indoor - office hour)

Kualifikasi Khusus:

Wanita

Kemampuan berkomunikasi lewat telepon

 

Pertanyaan

  • Beda Job Description antara Humas dan Komunikasi Pemasaran

 

Apa beda posisi Marketing Communication Manager (Marcom Manager) dengan Public Relations Manager (PR Manager)? Apakah setiap perusahaan perlu punya Marcom Manager?

 Jawaban

Sudah lama kita mengenal posisi Humas (Hubungan masyarakat) atau yang juga dikenal dengan sebutan Public Relations (PR). Tugas seorang PR Manager secara umum adalah merencanakan dan mengembangkan komunikasi yang lebih bersifat korporat, meliputi penulisan berita korporat, membina hubungan baik dengan pihak eksternal perusahaan, termasuk membina hubungan dengan media (jurnalis, news editor, dll), sekaligus juga bertanggung jawab terhadap lancarnya komunikasi di tingkat internal perusahaan, misalnya dengan menerbitkan buletin karyawan, dll.

 

Dalam menjalankan tugasnya, ia juga berhubungan dengan Brand/Marketing Manager menyangkut komunikasi internal dan eksternal berita-berita seputar aktifitas brand. Beberapa project bahkan perlu dilakukan bersama antara PR manager dan Brand/Marketing Manager dalam kaitan program PR campaign sebuah brand yang menjadi bagian dari program IMC (Integrated Marketing Communication).

 Belakangan dalam rekrutmen, mulai bermunculan permintaan terhadap jabatan Marketing Communication Manager (Marcom Manager). Apa bedanya dengan PR Manager? Menurut pendapat saya, ini hanya soal istilah saja. Lingkup pekerjaan Marcom Manager hampir sama dengan PR Manager. Jabatan ini merupakan jabatan yang spesialis atau khusus menangani komunikasi internal dan eksternal perusahaan. Berbeda dengan posisi Marketing Manager dimana ia bertanggung jawab bukan saja di bidang komunikasi brand, tetapi juga meliputi pemantauan distribusi, sales, pengembangan produk baru, dll.

 Perbedaan istilah antara PR Manager dan Marketing Communication Manager ini mungkin dimaksudkan untuk mempertegas titik berat responsilitas jabatan yang diembannya. Apabila PR Manager selama ini seolah lebih bertanggung jawab kepada komunikasi ke publik yang berkaitan dengan aktifitas korporat; tanggung jawab seorang Marcom Manager lebih berat ke arah pembangunan identitas korporat (corporate identity), serta menjaga agar setiap komunikasi brand yang dimiliki oleh perusahaan selalu merefleksikan image yang sudah dibangun secara korporat. Marcom Manager berperan mengkoordinasikan kegiatan para brand atau marketing manager di dalam konteks komunikasi brand.

 Untuk beberapa perusahaan, jabatan Marcom Manager ini mungkin merupakan jabatan yang menimbulkan masalah baru, karena terjadinya overlap responsibilitas dengan Brand/Marketing manager. Pada umumnya, di level Marketing Director lah koordinasi komunikasi antar brand dilakukan, tidak harus melalui campur tangan seorang Marcom Manager. Apalagi dalam satu perusahaan dimana Brand/Marketing Manager nya sudah sangat kompeten dalam hal komunikasi brand, dibantu dengan ekspertise dari biro iklan yang menanganinya. Melihat komplikasi ini, mungkin MarCom Manager lebih dibutuhkan oleh perusahaan yang brand management nya belum kuat. Dengan kata lain, kegiatan pemasarannya masih lebih didominasi oleh kegiatan penjualan, bukan brand building.

 Pertimbangan pentingnya diciptakan jabatan Marcom Manager dalam perusahaan bisa kita pandang dari sisi lain. Di jaman komunikasi Internet seperti sekarang ini, pekerjaan komunikasi internal dan eksternal perusahaan menjadi bertambah banyak dan membutuhkan ketelitian terhadap detail. Kehadiran seorang Marcom Manager akan meringankan tugas seorang Marketing Director dan tim Brand/Marketing Manager nya. Banyak tugas baru yang tercipta dengan adanya Internet, misalnya bertanggung jawab terhadap pembangunan dan pembinaan website korporat dan website brand. Lebih jauh lagi adalah untuk perusahaan yang sudah memutuskan untuk punya blog korporat (corporate blog) dan komunitas brand (brand community). Kegiatan-kegiatan ini akan sangat menyita waktu apabila dibebankan ke Brand/Marketing Manager. Dari segi lingkup kerja yang sarat muatan komunikasi brand ini, rasanya sebutan sebagai Marcom Manager lebih tepat dibandingkan sebutan sebagai PR Manager.

 
Pertanyaan

Jenjang Karir di bidang HR

 Saya seorang Jr. Engineer yang baru 7 bulan bekerja di perusahaan ini (fresh graduated) dan masih dalam taraf pengenalan tentang segala yang ada dalam perusahaan. Baru-baru ini saya mendapat tawaran menjadi staff HR dengan grade yang tdk berubah. Saya senang juga mendapat tawaran seperti itu. Saya juga termasuk orang yang senang berhubungan dengan manusia. Dan saya sangat kesulitan menyerap segala bentuk rumus-rumus yang pernah saya pelajari semasa kuliah.

 Yang ingin saya tanyakan, apakah di HR menjanjikan jenjang karir yang bagus? Apakah HR tidak membutuhkan latar pendidikan yang khusus (saya Sarjana Teknik)? Bisakah HR dipelajari sambil bekerja (learning by doing)?

Kalau memang HR menjanjikan, saya sudah ada rencana untuk melanjutkan kuliah Pasca Sarjana MM SDM.

 
Jawaban

Halo Pak Bagus, yang menjadi pertanyaan balik ke Bapak adalah, apakah maksud dari jenjang karir yang "bagus" ini? Menjadi Direktur HR atau Pimpinan HR terbuka untuk setiap disiplin. Profesi HR pun relatif semakin mahal dari waktu ke waktu karena semakin banyak organisasi melihat pentingnya SDM bagi kemajuan organisasi, dan akibatnya ingin memberikan perhatian yang lebih besar terhadap bidang ini.

 Untuk meniti karir di dunia HR, pengetahuan tentang HR seperti Psikologi dan Perilaku Organisasi akan sangat membantu. Pengetahuan mengenai hal ini dapat dipelajari melalui buku-buku atau kelas-kelas formal, dan akan membantu Pak Bagus untuk menerapkan, menguji atau membandingkan teori-teori yang dipelajari dengan pengalaman nyata sehari-hari. Pengalaman walau demikian memperlihatkan bahwa pengalaman bekerja di luar HR akan membantu praktisi HR membangun solusi SDM yang lebih membumi dan efektif. Background saya sendiri adalah S-1 dan S-2 di Petroleum Engineering dan saya pernah bekerja beberapa tahun sebagai insinyur perminyakan. Teknologi menarik untuk saya, namun menghadapi persoalan-persoalan manajemen dan SDM pada akhirnya lebih menarik untuk saya. Interaksi dengan demikian banyak pimpinan organisasi pun memperlihatkan bahwa persoalan-persoalan terbesar yang dihadapi oleh demikian banyak pimpinan organisasi umumnya berkisar masalah pengelolaan SDM. Tantangan memang ada, terutama karena ini merupakan bagian/departemen/fungsi yang relatif kurang diperhatikan di dalam organisasi. Namun hal ini justru dapat dilihat sebagai suatu kesempatan, dimana ruang untuk membangun karir dan memberikan nilai tambah bagi organisasi menjadi terbuka luas. Interaksi dengan pemimpin-pemimpian organisasi maupun praktisi-praktisi HR tentu akan membantu proses belajar dan membantu Pak Bagus untuk mengambil keputusan yang tepat. Yang penting, seperti yang dikatakan oleh seorang bijak: "Do something you love doing, so you don't have to go to work everyday". Selamat meniti karir.

 

Membuat Target untuk Pekerjaan yang Rutin

Bagaimana membuat performance target untuk karyawan Security yang tugasnya rutin operasional (mengawasi, mengecek, memeriksa, patroli)? Apakah bisa diberikan contoh yang konkrit?

Jawaban

Cara praktis untuk menentukan KPI (Key Performance Indicator) dari suatu jabatan adalah dengan memposisikan jabatan tersebut sebagai "penyedia jasa". Apa yang menjadi tujuan atau hasil paling penting yang ingin di"sediakan" atau "diberikan" oleh penyedia jasa kepada pelanggan? Setelah tujuan jelas, baru dibangun indikator untuk mengukur seberapa jauh "penyedia jasa" ini berhasil memberikan jasanya dengan baik. Sebagai contoh, untuk "penyedia jasa" security, apakah yang paling penting yang ingin diberikan atau dihasilkan? Apa tujuan utamanya?

Menjawab secara spesifik pertanyaan yang diberikan, "Menjaga keamanan" adalah jasa atau tujuan umum yang ingin dicapai oleh karyawan security. Indikator performance-nya, misalnya, adalah: "Jumlah pencurian/pelanggaran keamanan serius (dalam setahun)" (dengan performance target sekecil mungkin tentunya). Performance indicator bisa merujuk pada input, output, atau proses kerjanya itu sendiri. Sebagai contoh di atas, "Jumlah pencurian" adalah indikator yang fokus pada output pekerjaan, sementara "Jumlah patroli yang tidak dilakukan sesuai jadwal" adalah indikator yang fokus pada proses kerjanya. Indikator-indikator manakah yang digunakan sebaiknya mengacu pada tujuan akhir yang ingin dicapai, dan bukan karena kemudahan mengukurnya.

Pertanyaan

Bagaimana Cara Membuat Pola Karir Karyawan?

 Bagaimana cara membuat pola karir karyawan dimana kondisi saat ini umur dari pada karyawan rata-rata hampir sama, dan pola karir yang cepat seperti apa ?

 

Jawaban

Halo Pak Restu, pada prinsipnya, membangun pola karir harus dimulai dengan menentukan filosofi atau prinsipnya terlebih dahulu.

 Salah-satu prinsip atau filosofi utama yang umum dipakai di dalam membuat career plan/career growth atau pola karir karyawan adalah bahwa promosi dan pengembangan karir karyawan didasarkan atas kompetensi dan bukan berdasarkan umur karyawan, kecuali pada pekerjaan-pekerjaan dimana umur menjadi sesuatu yang secara hukum menjadi persyaratan kerja. Bila saya menangkap maksud pertanyaan Pak Restu dengan jelas, menerapkan umur sebagai dasar pengembangan karir karyawan dapat mengurangi motivasi karyawan dalam berprestasi karena promosi pegawai akan bersifat "menunggu" dan akan terjadi berdasarkan senioritas (umur) pekerja.

Paradigma ini dapat dirubah dengan melihat bahwa dengan semakin tingginya umur, maka diharapkan kompetensi pegawai pun akan semakin tinggi, walaupun ini tidak bukanlah jaminan. Dalam hal ini, yang dilihat adalah kompetensi dan bukan umur.

Selain kompetensi, organisasi dapat menerapkan komponen lain di dalam persyaratan jabatan, misalnya diperlukannya sertifikasi-sertifikasi untuk menjabat jabatan-jabatan tertentu, misal: Sertifikasi Manajemen Resiko, Sertifikasi OHSAS; maupun persyaratan sekian tahun pengalaman kerja di bidang tertentu, misalnya "Pernah menjadi Pemimpin Cabang X", atau "Pernah Menjadi Kepala Divisi Keuangan" dan lain-sebagainya. Setelah persyaratan jabatan ditetapkan, organisasi lalu dapat menentukan proses dan pola pergerakan karir pegawai, baik secara horisontal maupun vertikal, berdasarkan pola pergerakan umum di dalam organisasi saat ini, maupun tingkat "kesamaan" dari kompetensi-kompetensi maupun persyaratan lain dari jabatan-jabatan yang ada. Tingkat "kesamaan" kompetensi ini perlu ditetapkan untuk menentukan seberapa fleksibel pegawai dapat pindah dari satu bagian atau disiplin ilmu ke bagian yang lain, dan implikasinya terhadap perencanaan kepegawaian (manpower planning) di dalam organisasi.

Karena setiap organisasi tidak sama, variasi persyaratan jabatan dan pola pengembangan karir bisa demikian beragam, namun yang paling penting adalah konsistensi di dalam aturannya.

Sementara untuk pola karir cepat, metoda pengembangannya akan sama dengan pola karir yang biasa. Perbedaan umumnya terletak pada persyaratan dan pola karir yang dibangun. Persyaratan dan pola karir inilah yang ditetapkan oleh organisasi sesuai dengan kebutuhan organisasi. Kembali, yang penting di dalam semua model ini adalah konsistensi di dalam aturannya.

Pertanyaan

Bagaimana Pengembangan Karir di Perusahaan Multi Usaha?

Bagaimana menyusun Sistem Pengembangan Karir di perusahaan yang memiliki banyak ragam kegiatan usahanya?

Jawaban

Berikut ini adalah gambaran singkat bagaimana membangun sistem pengembangan karir di dalam organisasi:

1. Tentukan dulu filosofi perusahaan mengenai bagaimana seorang karyawan dapat mengembangkan karirnya di perusahaan, misalnya:

a. Apakah dasar atau kriteria bagi karyawan untuk naik jabatan (pergerakan vertikal) maupun pindah bagian (pergerakan horisontal) di dalam perusahaan? Kriteria ini bisa beragam, misalnya prestasi kerja karyawan selama beberapa tahun terakhir, seberapa jauh karyawan memenuhi kebutuhan kompetensi dan kualifikasi (sertifikasi, tingkat pendidikan, pengalaman kerja) dari posisi tujuan, tersedianya (kosongnya) posisi tujuan, kesamaan jenis usaha dll.

b. Tentukan apakah perpindahan bagian dapat dilakukan pada setiap tingkatan jabatan atau dibatasi, misalnya, hanya pada tingkat karyawan pemula/junior dan tingkat manajemen saja? Berapa kali seorang pegawai dapat pindah bagian? Beberapa organisasi membatasi pergerakan antar bagian hanya terjadi pada tingkat awal dan senior, sementara yang lain tidak membatasi.

Dalam konteks perusahaan yang banyak ragam kegiatan usahanya seperti di atas, tentukan dulu sejauh mana perusahaan ingin memberikan ruang-gerak bagi karyawan dalam membangun karirnya di dalam organisasi. Bila sangat bebas terbuka, berarti perusahaan perlu membangun karyawan 'generalists', yang memiliki kompetensi untuk bekerja pada berbagai ragam kegiatan usaha. Sementara bila dibatasi, berarti perusahaan cenderung akan fokus membangun karyawan yang fokus pada bidang usahanya. Atau kombinasi di antara keduanya?

Pilihan model yang ada akan memberikan implikasi pada fleksibilitas karyawan dalam membangun karirnya, perencanaan tenaga-kerja maupun investasi perusahaan di dalam mengembangkan kemampuan karyawannya.

2. Bangun peta pergerakan atau pengembangan karir jabatan-jabatan yang ada (career map) berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan pada langkah 1 tadi. Untuk memberikan ruang lebih besar bagi karyawan dalam membangun karirnya di dalam organisasi, beberapa organisasi membangun apa yang disebut dengan dual-career atau multiple-career track(s), yaitu jalur karir manajerial (struktural) dan jalur karir non-manajerial (spesialis).

Jalur karir non-manajerial/spesialis dibangun untuk memfasilitasi pengembangan karir bagi karyawan yang tidak tertarik menduduki jabatan manajerial -- tidak semua orang ingin menjadi manajer, ada yang bahagia menjadi spesialis di dalam disiplin ilmu tertentu.

Karena membangun peta karir relatif membutuhkan waktu yang tidak sedikit, fokuskan pembuatan career map pada posisi-posisi yang relatif penting (kritikal) di dalam organisasi.

3. Bangun SOP (standard operating procedure) termasuk alat-alat tes yang diperlukan untuk membantu karyawan mengetahui bagaimana mereka dapat mengembangkan karirnya di dalam organisasi. Langkah-langkah atau proses apa yang harus dilalui? Misalnya, bagaimana seorang yang baru bekerja dapat menjadi pemimpin divisi/departemen dalam beberapa tahun ke depan? Persyaratan maupun tes-tes apakah yang harus dipenuhi dll. Bagaimana jika seorang pegawai mendapatkan hasil penilaian kinerja yang memuaskan selama 3 tahun berturut-turut? Kemana, kapan, bagaimana dan oleh siapa ia dapat dipromosikan?

4. Perbaiki terus-menerus model yang telah dibangun berdasarkan hasil implementasinya di lapangan dan kebutuhan organisasi, termasuk bila ada perubahan struktur dan strategi perusahaan.

Karena administrasi sistem pengembangan karir itu membutuhkan waktu yang tidak sedikit, persiapkan infrastruktur/teknologi pendukung agar sistem dapat diimplementasikan dengan efisien dan efektif.

Apa Yang Disebut 360 Degree Performance Appraisal?

 Apakah yang disebut 360 degree performance appraisal dan kapan sebaiknya dilakukan?

Jawaban

360-degree PA system adalah sistem penilaian atau evaluasi kinerja karyawan yang melibatkan orang-orang dari berbagai bagian dan tingkatan di sekeliling pegawai yang dinilai, seperti misalnya bawahan, rekan-kerja dan atasan yang dinilai.

Tujuan dari 360-degree PA system adalah untuk meningkatkan objektifitas penilaian atas performance pegawai yang dinilai. Konsekuensinya adalah dengan semakin banyak yang dilibatkan dalam proses penilaian, makin besar pulalah kebutuhan administrasi proses penilaiannya. Faktor budaya juga turut mempengaruhi keefektivitasan sistem 360-degree, karena orang-orang Asia, termasuk Indonesia, umumnya merasa tidak nyaman bila harus memberikan penilaian kepada atasan.

Job Description

BNI GO PUBLIC BANNER

Asisten Administrasi

Ringkasan :Menyediakan dukungan administratif kepada departemen dan/atau manajer. Tugas termasuk pekerjaan kl e rikal, resepsionis, dan pekerjaan berdasarkan proyek. Memperhitungkan imej perusahaan secara profesional melalui interaksi langsung maupun melalui telepon.

 Tanggung jawab utama :

 

      1. Menjawab telepon dan menyambungkan dengan staf yang memerlukannya

      2. Menemui dan menyapa klien dan pengunjung

      3. Membuat dan mengubah dokumen menggunakan Microsoft Office

      4. Melakukan tugas klerikal secara umum termasuk, tapi tidak terbatas pada :         fotokopi, faks, surat menyurat, dan filling.

      5. Memelihara sistem filling elektronik dan hard copy

      6. Mendaftar dan mendistribusikan paket Airbone / Fed Ex / UPS

      7. Meneliti, memberi harga, dan membeli suplai dan furniture kantor

8. Mengkoordinasikan dan memelihara ruang kantor, telepon, parker, kartu kredit   perusahaan, dan kunci kantor

      9.  Mengatur dan mengkoordinasikan pertemuan dan konferensi

      10. Memelihara dan mendistribusikan jadwal staf setiap minggu

      11. Mengumpulkan dan memelihara inventori komputer

      12. Mendukung staf dalam melakukan pekerjaan berdasarkan proyek

      13.  Tugas-tugas lain yang diberikan

 

 Tanggung jawab tambahan:

 

      1. Menyediakan orientasi kantor bagi karyawan baru

      2. Mengatur akomodasi dan hiburan bagi pengunjung perusahaan

 

 Syarat Pengetahuan dan Keterampilan:

 

      1. Dibutuhkan keterampilan dasar menulis, membaca, dan aritmatika. Dapat dicapai oleh lulusan SMU atau setara

      2. Pengetahuan Miscrosoft Office dan protokol telepon. Tugas membutuhkan keterampilan komunikasi verbal maupun tulisan yang profesional dan kemampuan mengetik 50 kata per menit. Dapat dicapai oleh pengalaman klerikal 1-3 tahun

 

 Kondisi kerja :

Kondisi kerja normal pada lingkungan kantor.

 

Advertising Account Executive

 

Deskripsi

 

Advertising account executive merancang dan mengkoordinasikan kampanye periklanan dengan tujuan menjual suatu produk atau jasa kepada konsumen.

 

Tugas advertising account executive termasuk:

 

      1.Mendiskusikan dengan klien dan sumber lainnya tentang produk yang akan diiklankan serta informasi lain seperti perincian mengenai perusahaan dan produknya, anggaran dan goal pemasaran, dan riset pemasaran

      2.Berdasarkan permintaan klien, mengarahkan spesialis lainnya dalam agency, misalnya tim kreatif perancang media dan periset, untuk mengembangkan perincian kampanye

      3.Mempresentasikan draft kasar kampanye dan ringkasan anggaran awal kepada klien serta melakukan negosiasi dan penyusunan jika diperlukan

      4.Melakukan pengawasan dan koordinasi terhadap pekerjaan yang dilakukan departemen terkait agar perkembangan kampanye sesuai rencana, tenggat waktu, dan anggaran

      5.Menjaga hubungan dengan klien selama proyek berlangsung dan menyelesaikan permasalahan yang timbul secepat mungkin

      6.Membantu klien dalam perencanaan strategi pemasaran

 

Advertising account executive biasanya bekerja dalam suatu tim dan menjadi orang yang paling sering berhubungan dengan klien. Fokus pekerjaan advertising account executive terletak pada kompetisi untuk rekening klien dan untuk memenuhi permintaan klien, tidak jarang, dalam jangka waktu yang ketat.

 

Advertising account executive bisa berspesialisasi sebagai:

 

Perancang Media mengatur dan membeli spot iklan dalam televisi, radio, majalah, dan koran atau iklan luar ruang lain. Perancang media menjadi penghubung antara kliennya dengan penjual spot iklan dan memastikan kampanye iklannya mencapai target yang diinginkan.

 

Persyaratan personal:

 

   1. kreativitas

   2. imajinasi

   3. menguasai cara berkomunikasi dengan baik

   4. menguasai pengorganisasian

   5. mampu bekerja di bawah tekanan

   6. kemampuan analisa

 

CFO/Chief Financial Officer

 

Ringkasan :

Bertanggung jawab terhadap seluruh aspek manajemen keuangan dan fiscal dari operasi perusahaan. Memimpin dan mengkoordinasi usaha administratif, rencana bisnis, akuntansi, dan anggaran perusahaan.

 

 Tanggung jawab utama :

 

      1.       Membuat, mengkoordinasi, dan mengevaluasi program keuangan dan sistem informasi yang mendukung perusahaan termasuk anggaran, rencana pajak, real estate, dan pemeliharaan aset.

      2.       Menyetujui dan mengkoordinasikan perubahan dan perbaikan pada sistem informasi manajemen dan keuangan perusahaan .

      3.       Memastikan pemenuhan persyaratan laporan anggaran kepada negara, daerah, dan lokal

      4.       Menilai persetujuan dan proses pendapatan, pengeluaran, dan posisi pengawasan dokumen, anggaran departemen, up date gaji, ledger, dan maintenance perhitungan dan data entry

      5.       Mengkoordinasikan persiapan pernyataan keuangan, laporan keuangan, analisis khusus, dan laporan informasi

      6.       Mengembangkan dan mengimplementasikan prosedur keuangan, akuntansi, tagihan, dan audit

      7.       Mengembangkan dan memelihara perlindungan kontrol internal yang tepat

      8.       Bekerjasama dengan manajer lain untuk menyediakan dukungan konsultatif bagi inisiatif perencanaan melalui analisis, laporan, dan rekomendasi bagi informasi manajemen dan keuangan.

      9.       Memastikan sistem rekam dipelihara sesuai dengan standar auditing yang diterima secara umum

      10. Mengembangkan dan mengarahkan implementasi bisnis strategis dan / atau rencana operasional, proyek, program, dan sistem

      11. Membantu mencapai lisensi dan asuransi yang dibutuhkan untuk memulai suatu bisnis

      12. Menganalisis aliran uang, kontrol biaya, dan pengeluaran untuk panduan pemimpin bisnis. Menganalisis pernyataan keuangan untuk menandai daerah yang memiliki potensi lemah

      13. Membuat dan mengimplementasikan tujuan, sasaran, kebijakan, dan prosedur operasional departemen jangka pendek maupun panjang

      14. Bekerjasama dengan komite pembuat-kebijakan dan perencanaan

      15. Memperhatikan manajemen keuangan pada operasi luar negeri termasuk pengembangan kebijakan dan prosedur anggaraan dan keuangan

      16. Tugas-tugas lain yang diberikan

 

 

 

Tanggung jawab tambahan:

 

      1.       Mewakili perusahaan secara eksternal kepada media, pemerintah, perwakilan yayasan, dan masyarakat

      2.       Merekrut, melatih, mengawasi, dan menilai kinerja staf departemen

 

 Persyaratan Pengetahuan dan Keterampilan:

 

      1. Pengalaman dalam perencanaan dan pelaksanaan strategis. Pengetahuan kontrak, negosiasi, dan manajemen perubahan. Pengetahuan keuangan, akuntansi, anggaran, dan prinsip pengawasan biaya termasuk Generally Accepted Accounting Principles. Pengetahuan sistem laporan keuangan dan akuntansi secara otomatis. Pengetahuan regulasi keuangan negara dan daerah. Kemampuan menganalisis data keuangan dan menyiapkan laporan, pernyataan, dan rencana keuangan.

     2.   Pekerjaan menuntut komunikasi verbal dan tertulis secara profesional dan keterampilan interpersonal. Kemampuan untuk memotivasi tim untuk menhasilkan materi yang berkualitas dalam kerangka waktu yang ketat dan secara simultan menangani beberapa proyek. Kemampuan berpartisipasi dan memfasilitasi pertemuan kelompok

      3. Dapat dicapai melalui kombinasi lulusan Master Degree di bidang keuangan atau akuntansi, 10 tahun pengalaman keuangan atau akuntansi di posisi senior, dan CPA

      4.  Pekerjaan menuntut kemauan untuk bekerja dengan jadwal yang fleksibel

 

Kondisi Kerja :

Kondisi kerja normal pada lingkungan kantor. Pekerjaan mungkin menuntut sering bekerja akhir minggu dan / atau malam hari.

 

Systems Analyst

Bertanggung jawab dalam sistem pengoperasian dan sub-sistem yang berhubungan. Menyediakan support di tingkat sistem untuk pengoperasian sistem bagi multi-user, peralatan hardware dan software, termasuk instalasi, konfigurasi, perbaikan, dan pemeliharaan segala perangkat tersebut. Mencari alternatif untuk mengoptimalkan penggunaan komputer.

 

TANGGUNGJAWAB UTAMA

 

      1.       Mengumpulkan informasi untuk penganalisaan dan evaluasi sistem yang sudah ada maupun untuk rancangan suatu sistem.

      2.       Riset, perencanaan, instalasi, konfigurasi, troubleshoot, pemeliharaan, dan upgrade sistem pengoperasian.

      3.       Riset, perencanaan, instalasi, konfigurasi, troubleshoot, pemeliharaan, dan upgrade perangkat keras, perangkat lunak, serta sistem pengoperasiannya. Melakukan analisis dan evaluasi terhadap prosedur bisnis yang ada maupun yang sedang diajukan atau terhadap kendala yang ada untuk memenuhi keperluan data processing.

      4.       Mempersiapkan flow chart dan diagram yang menggambarkan kemampuan dan proses dari sistem yang digunakan.

      5.       Melakukan riset dan rekomendasi untuk pembelian, penggunaan, dan pembangunan hardware dan software.

      6.       Memperbaiki berbagai masalah seputar hardware, software, dan konektivitas, termasuk di dalamnya akses pengguna dan konfigurasi komponen.

      7.       Memilih prosedur yang tepat dan mencari support ketika terjadi kesalahan, dan panduan yang ada tidak mencukupi, atau timbul permasalahan besar yang tidak terduga.

      8.       Mencatat dan memelihara laporan tentang perlengkapan perangkat keras dan lunak, lisensi situs dan/ atau server, serta akses dan security pengguna.

      9.   Instal, konfigurasi, dan upgrade seluruh peralatan komputer, termasuk network card, printer, modem, mouse dan sebagainya.

      10. Mampu bekerja sebagai bagian dari team, misalnya dalam hal jaringan, guna menjamin konektivitas dan keserasian proses di antara sistem yang ada.

      11. Mencatat dan menyimpan dokumentasi atas sistem.

      12. Melakukan riset yang bersifat teknis atas system upgrade untuk menentukan  feasibility, biaya dan waktu, serta kesesuaian dengan sistem yang ada.

      13. Menjaga confidentiality atas informasi yang diproses dan disimpan dalam jaringan.

      14. Mendokumentasikan kekurangan serta solusi terhadap sistem yang ada sebagai catatan untuk masa yang akan datang.

      15. Melakukan suatu pekerjaan sesuai dengan yang ditugaskan.

 

TANGGUNGJAWAB LAINNYA

 

      1.       Membantu pegawai dari deparemen lain dalam permasalahan yang menyangkut komputer.

      2.       Menyediakan waktu untuk on-the-job training kepada pegawai baru.

      3.       Mengadakan orientasi mengenai komputer kepada staf baru.

 

 PERSYARATAN UNTUK PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN

 

      1.       Kemampuan dasar dalam membaca, menulis, dan menghitung, atau sertifikat kelulusan SMU atau setara.

      2.       Pengetahuan luas tentang hardware, software, dan operating system, termasuk konektivitas dan konfigurasi, yang digunakan oleh perusahaan. Mampu menganalisis informasi serta memberikan saran dan solusi. Mampu merencanakan, mengimplementasi, mengetes, dan memperbaiki system software. Mampu memberikan solusi atas permasalahan operasional sistem. Menguasai flow chart, logika programming dan kode. Mampu menyampaikan instruksi dan panduan yang bersifat teknis mengenai aplikasi dan sistem mainframe/ PC kepada pengguna. Menguasai penulisan instruksi yang bersifat teknis dalam penggunaan program dan/ atau modifikasi program. Records maintenance skills. Menguasai pengetahuan di bidang prosedur dan protokol pengamanan komputer. Menguasai perundang-undangan yang terkait dengan komputer. Mampu menetapkan sifat permasalahan yang ada pada komputer dan sistem serta menyampaikan informasi dan panduan yang bersifat teknis kepada pengguna. Mampu mempelajari dan mengoperasikan hardware, software, dan operating system baru. Menguasai interpersonal skill. Kemampuan ini lazimnya didapat dari gelar sarjana S1 dan pengalaman kerja 3-5 tahun di bidang programming dan/ atau system analysis.

      3.       Mampu bekerja ekstra pada malam hari dan akhir pekan jika diperlukan.

 

KONDISI PEKERJAAN

Kondisi pekerjaan normal seperti lingkungan kantor lazimnya. Mampu bekerja ekstra pada malam hari dan akhir pekan jika diperlukan.

 

Call Center/Customer Service Representatives

Menjawab telepon untuk merespon pemesanan, permintaan pelanggan umum, pertanyaan tagihan, dan komplain pelanggan. Memperhitungkan citra perusahaan secara profesional melalui interaksi langsung maupun melalui telepon.

 

 Tanggung jawab utama :

 

   1. Menjawab telepon dan merespon permintaan pelanggan

   2. Menjual produk dan menempatkan pesanan pelanggan di dalam sistem komputer

   3. Menyediakan pelanggan dengan informasi layanan dan produk

   4. Menjual produk dan layanan

   5. Mentransfer telepon pelanggan kepada staf yang tepat

   6. Mengidentifikasi, meneliti, dan menyelesaikan permasalahan pelanggan melalui sistem komputer

   7. Mem-follow up permintaan pelanggan yang tidak bisa diselesaikan dengan segera

   8. Menyelesaikan laporan dan telepon masuk

   9. Meneliti masalah tagihan

  10. Meneliti pembayaran yang salah

  11. Mengenali, mendokumentasikan, dan mengingat kan atasan mengenai kecenderungan customer call

  12. Merekomendasikan perbaikan proses

  13. Tugas-tugas lain yang diberikan

 

 Tanggung jawab tambahan:

   1. Menyediakan pelatihan on-the-job kepada karyawan baru

   2. Memberikan kartu ucapan terima kasih kepada pelanggan

 

 Persyaratan Pengetahuan dan Keterampilan :

   1. Dibutuhkan keterampilan dasar menulis, membaca, dan aritmatika. Dapat dicapai oleh lulusan SMU atau setara

   2. Penguasaan komputer dengan kemampuan mempelajari aplikasi software customer service. Tugas mensyaratkan keterampilan komunikasi baik verbal maupun tulisan secara profesional dan kemampuan mengetik 30 kata per menit. Dapat dicapai oleh pekerja dengan pengalaman 1-3 tahun.

 

 Kondisi kerja :

Kondisi kerja normal pada lingkungan kantor.

 

Arts Administrator

Arts administrator bertugas mengelola tempat-tempat seni dan budaya seperti teater dan galeri.

 

Tugas seorang arts administrator termasuk:

   1. Mencari sponsorship dan pendanaan melalui hubungan/ relasi dengan pemerintah pusat, pemda, partai, organisasi industri, dan organisasi lainnya.

   2. Mempersiapkan aplikasi pendanaan

   3. Mengadakan perjanjian kontrak dengan artis dan pemain.

   4. Mengkoordinasikan program-program kesenian yang ada

   5. Mengkoordinasikan suara dan pencahayaan, mengelola panggung/ pentas dan keamanan, distribusi dan penjualan publikasi, penjualan tiket, humas dan catering.

   6. Ikut serta dalam proses pemberian komisi dan penjualan hasil karya seni.

   7. Mengatur dan mempromosikan pameran dan event lainnya.

   8. Membantu dalam pengembangan dan implementasi strategi pemasaran dan rencana strategik organisasi.

   9. Mengelola SDM dan keuangan organisasi, termasuk persiapan anggaran.

  10. Menyediakan lingkungan kerja yang baik bagi pekerja.

  11. Menjadi penghubung (Liaison officer) dengan media

  12. Memberikan jasa pendidikan kepada publik

  13. Membuat rekomendasi atas sumbangan budaya

  14. Memastikan terpenuhinya persyaratan korporat maupun hukum

  15. Memberikan bantuan dalam policy development dan memberikan laporan kepada dewan direksi.

 

Tugas seorang arts administrator berbeda-beda tergantung dari jenis lingkungan budaya atau lingkungan artistik dimana ia dipekerjakan, di level mana ia dipekerjakan, dan besar kecilnya organisasi. Dalam organisasi yang kecil, seorang arts administrator sangat mungkin terlibat di hampir semua aspek, sementara itu, di organisasi yang besar, seorang arts administrator khusus mengurusi satu aspek saja, misalnya pemasaran, pendidikan, atau pencarian sponsor.

 

Persyaratan personal:

   1. Keahlian komunikasi verbal dan non-verbal yang baik

   2. Mampu berhadapan dengan orang dari berbagai macam latar belakang

   3. Keahlian yang baik dalam organisasi dan manajemen

   4. Mampu mengurusi keuangan

   5. Mampu menyelesaikan pekerjaan under pressure dan sesuai tenggat waktu

   6. Mampu bekerja dengan jam kerja yang fleksibel

   7. Menghargai peran kesenian dalam komunitas.

 

CEO/Chief Executive Officer

Memimpin perusahaan untuk menempatkan perusahaan di jajaran depan industri. Mengembangkan perencanaan strategis untuk mencapai misi dan tujuan perusahaan dan untuk mempromosikan pendapatan, keuntungan, dan pertumbuhan sebagai suatu organisasi. Mengawasi operasi perusahaan untuk memastikan efisiensi produksi, kualitas, pelayanan, dan manajemen sumber daya yang efektif

 

Tanggung jawab utama :

   1. Mengembangkan rencana strategis untuk mencapai misi dan tujuan perusahaan dan untuk mempromosikan pendapatan, keuntungan, dan pertumbuhan sebagai suatu organisasi

   2. Mengawasi operasi perusahaan untuk memastikan efisiensi produksi, kualitas, pelayanan, dan manajemen sumber daya yang efektif

   3. Merencanakan, mengembangkan, dan mengimplementasikan strategi untuk menghasilkan sumber daya dan / atau pendapatan untuk perusahaan

   4. Mengidentifikasi akuisisi dan peluang merger dan aktivitas implementasi langsung

   5. Menyetujui prosedur, standar, dan kebijakan operasional perusahaan

   6. Meninjau ulang laporan kegiatan dan pernyataan keuangan untuk menentukan kemajuan dan status dan mencapai tujuan dan memperbaharui tujuan dan rencana sesuai dengan kondisi yang ada

   7. Mengevaluasi kinerja eksekutif agar sesuai dengan kebijakan dan tujuan perusahaan dan dapat memberikan kontribusi dalam mencapai tujuan

   8. Mempromosikan perusahaan melalui artikel tertulis dan penampilan personal di konferensi, radio, dan televisi

   9. Mewakili perusahaan di sesi legislative, pertemuan komite, dan pada fungsi formal